“Brine” Sumber Bahan Baku Kimia Potensial yang Belum Tergarap
“Brine” atau larutan garam tua adalah sebutan bagi air laut yang telah dipekatkan, bisa diproduksi di lahan-lahan penggaraman rakyat atau PT Garam. Larutan “brine” merupakan air laut pekat sebelum dikristalkan menjadi garam, natrium klorida (NaCl). Jika air laut dikatakan mempunyai kandungan NaCl sebesar 2,5-3,5° Be, maka “brine” mempunyai kandungan NaCl yang jauh lebih besar yaitu hingga 25-28 ° Be.
Seperti diketahui, air laut selain mengandung unsur utama yaitu natrium (Na) dan klorida (Cl) juga unsur-unsur reniklainnya seperti sulfat (SO²), magnesium (Mg²), dan kalsium (Ca²), serta sejumlah unsur renik seperti fluorida, iodida, dan iodat. Komposisi air laut pada salinitas 35%° (permil) dapat dilihat pada Tabel 1.
Dengan proses penguapan sekaligus proses pemekatan dan pemurnian, bisa diduga “brine” akan mempunyai kandungan beberapa unsur renik yang besar. Sehingga dengan proses kimia tertentu dapat dijadikan sebagai sumber bahan baku produk kimia lain.
Tiga senyawa kimia yang potensial untuk dikembangkan dan dirproduksi dari “brine” tersebut adalah Mg(OH), CaCO, dan Ba SO. Ketiga senyawa tersebut banyak digunakan di industri dan menurut data CIC serta Departemen Perindustrian dan Perdagangan, sebagian besar masih harus diimpor.
Magnesium hidroksida umum diproduksi dengan proses pengendapan dari lautan magnesium dan proses pengendapan dari air laut. Senyawa ini banyak digunakan di industri farmasi/obat dalam sediaan obat maag dan obat lainnya, sedangkan di industri kimia banyak digunakan dalam proses pemurnian gula, pengeringan produk makanan, bahan tambahan residu minyak bakar, serta digunakan pada proses pemurnian unsur radioaktif uranium.
Barium sulfat secara umum diproduksidari hasilsamping industri hidrogen peroksida(H 2), pengolahan tambang barite, proses pengendapan (blanc fixe) dari larutan barium klorida, barium sulfida, atau barium karbonat. Barium sulfat banyak digunakan dalam industri kimia dan industri farmasi.
Dalam industri kimia, barium sulfat digunakan pada pembuatan kertas fotografik dan berwarna, fiber dan resin, bahan pengisi karet, cat dan tekstil, penahan radiasi pada bangunan, pemberat pada proses pengeboran di ladang minyak, serta sebagai fluks untuk meningkatkan titik leleh pada industri gelas dan keramik, dan sebagai peredam dalam industri karpet.
Dalam dunia kesehatan dan farmasi, barium sulfat banyak digunakan untuk keperluan endoskopi, yaitu sebagai media kontras sinar-X dalam pemeriksaan radiologi pada saluran pencernaan. Suspensi garam tersebut harus diminum oleh pasien yang akan diperiksa atau dimasukkan melalui lubang anus (untuk keperluan pemeriksaan kolon) sehingga bila seberkas sinar dilewatkan tidak akan menembus barium sulfat tersebut dan menimbulkan bayangan gambar yang jelas pada foto Rontgen.
Hal ini berdasarkan sifat barium sulfat yang inert, tidak dapat diserap, dan tidak mengganggu fungsi normal fisiologi tubuh. Untuk keperluan ini disyaratkan barium sulfat dengan kadar lebih besar dari 97,50%.
Kalsium karbonat merupakan satu senyawa kimia yang spektrum penggunaannya sangat luas, yaitu di industri kertas, plastik, cat dan pewarna, agroindustri, industri gelas, polimer, keramik, perminyakan, dan kesehatan/farmasi.
Sebagian besar CaCO di industri plastik dan polimer digunakan sebagai bahan pengisi seperti pada polimer poliviniklorida (PVC) dan poliolefin. Selain itu juga digunakan untuk meningkatkan derajat keputihan, memudahkan proses produksi, stabiliser, menurunkan biaya produksi dengan mensubstitusi resin/plastik yang lebih mahal harganya.
Di bidang agroindustri dan peternakan untuk menetralkan keasaman tanah gambut, campuran media tanam jamur, campuran pakan ternak. Di bidang farmasi sebagai campuran pasta gigi.
Berdasarkan proses pembuatannya dikenal tiga jenis kalsium karbonat, yaitu hasil penggilingan batu kapur, disebut tipe K dengan kadar CaCO 96%, hasil penggilingan kalsit disebut tipe C dengan kadar CaCO 98%, dan hasil reaksi atau proses sedimentasi dikenal sebagai tipe CC kadarCaCO 98%. Sedangkan berdasarkan ukuran partikel dikenal dua jenis, yaitu tipe HG (high grade) mempunyai ukuran partikel lebih kecil dari 2.000 mesh dan tipe LG (light grade) mempunyai ukuran partikel lebih besar dari 2000 mesh.
“Brine” merupakan satu contoh sumber daya alam kita yang belum digarap optimal, padahal masih banyak sumber daya alam lain yang belum dilirik dan dimanfaatkan. Proses produksi ini akan sangat berguna bila diterapkan oleh Asosiasi Petani Garam atau PT Garamyang mempunyai ladang penggaraman cukup luas karenaakan didapatkan beberapa keuntungan, yaitu
1) Didapatkannya produk diversifikasi yang bernilai ekonomis yakni CaCO ,Mg(OH) danBaSO
2) Akan didapatkannya produk garam NaCl yang berkualitas tinggi (grade industri) karena telah dilakukan proses pemurnian (pemisahan) pada “brine”-nya.
Sumber : ERIAWAN RISMANA Peneliti di Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi Jakarta