PENENTUAN GRADE TOMAT

PENENTUAN GRADE TOMAT

Tomat merupakan buah klimaterik, dan fase pematangannya didahului oleh kenaikan cepat respirasi klimaterik. Untuk tujuan komersial, buah yang dipanen pada tingkat ini (matang hijau) dapat diharapkan matang sempurna selama pasca panen. Tomat umumnya dapat dipanen pada tiga kriteria kematangan, yaitu:
1. Matang hijau, bila warna pada bagian bunga melekat menjadi putih dan pulp sekitar biji seperti jeli, buah keras.
2. Pecah warna, bila mulai tampak sedikit warna pink atau kemerah-merahan, buah keras.
3. Jingga, bila sebagian besar kulit berwarna pink atau merah.

Penetapan grade tomat dapat dengan mengamati tingkat kematangan, warna biji dan jeli, ruang kosong dan pektan jeli.
Pada tomat breaker stage memiliki jeli yang lebih kental dibandingkan dengan tomat matang turning, pink, light red dan red. Warna jeli tomat breaker bening, tomat turning hijau kekuningan, tomat matang pink jelinya berwarna pink, light red berwarna merah muda dan tomat matang red jelinya berwarna merah.

Biji tomat pada tiap tingkat kematangan juga berbeda, pada tomat breaker bijinya berwarna kuning sedikit, pada tomat turning bijinya berwarna kuning (+), pada tomat kematangan pink warna kuningnya makin bertambah, kuning semakin terlihat setelah buah tomat mencapai tingkat kematangan red.
Waktu yang dibutuhkan untuk berubah warna dari hijau menjadi green mature selama 1 hari, dari green mature menjadi breaker dibutuhkan waktu 1 hari. Perubahan tingkat kematangan tomat dari breaker ke turning selama 2 hari. Perubahan dari turning ke pink selama 1 hari. Pink ke light red waktu yang diperlukan selama 2 hari.

Tomat grade A memiliki diameter rata-rata 69.68 cm. Grade B diameter 61.58 cm dan grade C diameternya 53.11cm. Tomat, berdasarkan tingkat kematangan dapat dideskripsikan sebagai berikut:
1. Matang hijau, seluruh permukaan buah hijau terang, tetapi matang.
2. Pecah warna, tidak lebih dari 10% permukaan luar berwarna kuning kemerahan, pink atau merah.
3. Jingga, 10%-30% berwarna kuning kemerahan, pink atau merah.
4. Pink, 30%-60% berwarna kemerah-merahan atau merah.
5. Merah muda, 60%-90% merah.
6. Merah tua, lebih dari 90% merah.

Grading tomat bertujuan untuk mendapatkan mutu atau kualitas yang baik, dibandingkan dengan standar mutu yang akan dipakai sebagai standar atau ukuran baku dalam perdagangan
Grading atau pengklasifikasian biasanya diawali dengan sortasi terlebih dahulu. Buah tomat berdasarkan bobot beratnya dikelompokan menjadi tomat kecil (lebih dari 15 buah/kg), tomat sedang (7-15 buah/ kg) dan tomat besar (kurang dari 7 buah/kg).

Kualitas tomat yang ditentukan oleh Economic Commission Europe (EEC) antara lain;
1. Extra class: tekstur keras,tidak ada cacat, warna merah merata, bentuk seragam.
2. Class I: tekstur cukup keras, tanpa cacat, sedikit goresan pada kulit, bentuk seragan, masih tampak bayangan warna hijau diantara warna merah tomat dan nampak bekas kulit retak.
3. Class II: kualitas yang tidak tergolong extra class dan class I, bentuk mungkin tidak seragam, tekstur cukup keras, kulit retak tidak boleh lebih dari 3 cm.
Secara umum , persyaratan minimum dari buah tomat menurut Simon Bambang Widjanarko adalah: tomat harus utuh, bentuk dan rupa bagus, bersih, bebas dari sisa bahan kimia, dari bau dan rasa yang mencurigakan dan bebas air atau kelembaban dipermukaan buah.

PUSTAKA

  • Susanto, Tri. 1994. Fisiologi dan Teknologi Pasca Panen. Penerbit akademika. Yogyakarta.
  • Widjanarko, Simon Bambang.1991. Fisiologi Lapas Panen. Jurusan Teknologi Hasil Pertanian. Fakultas teknologi Pertanian. Universitas Brawijaya. Malang.

Related post