Pascapanen Pisang

Pisang merupakan komoditas buah-buahan yang cepat mengalami kerusakan. pisang termasuk kedalam buah klimaterik dimana kecepatan respirasi yang cukup tinggi, yang berarti mempunyai kadar etilen yang tinggi pula.

Dalam penanganannya pisang juga dapat dipanen sebelum matang pohon, hal ini berhubungan dengan respirasi pisang tersebut. Dengan respirasi yang masih berlangsung pada saat pisang setelah dipanen, maka perubahan-perubahan fisiologis menuju kearah kematangan pun dapat tercapai.

Namun, untuk menghasilkan buah pisang yang mempunyai kondisi kematangan yang diinginkan, maka pisang tersebut dapat diberikan perlakuan tambahan yakni perlakuan pemeraman, dimana zat yang digunakan adalah karbid dan larutan ethrel. Dimana penambahan ethel dan karbid ini bertujuan untuk mempercepat kematangan dengan merangsang produksi ethilen dalam pisang tersebut.

Pembahasan kali ini adalah membandingkan pemeraman buah pisang dengan menggunakan larutan ethrel 0,05%, 0,1%, dan 0,15% dengan karbit 0,15%, 0,1% dan 0,05% kemudian dibandingkan dengan kontrol yaitu perlakuan dengan cara yang biasa dilakukan oleh para petani yaitu buah pisang disusun dalam plastik tanpa diberi perlakuan apa-apa kemudian plastik ditutup. Pisang yang diberi perlakuan ini adalah pisang yang matang hijau. Penambahan konsentrasi disesuaikan dengan berat pisang yang diamati.

Pertama-tama pisang dibersihkan dahulu, yaitu dengan dicuci dengan air bersih kemudian dikeringkan dengan lap/tissue ataupun diangin-anginkan, diusahakan agar tidak dikeringkan oleh sinar matahari karena dapat merusak penampakan pisang dan pencucian ini bertujuan untuk membersihkan kotoran dan getah yang melekat pada permukaan pisang. Kemudian pisang yang telah dikeringkan diberi perlakuan dengan penambahan karbid dan larutan ethrel dengan berbagai konsentrasi, yang akan dibandingkan dengan pisang tanpa perlakuan.

Dalam hal ini parameter atau hal yang diamati pada perlakuan tambahan yang diberikan pada pisang tersebut yaitu uji terhadap perubahan warna kulit, warna buah, kekerasan, aroma, rasa, serta sudut buah pisang.

Pada penambahan karbit yang perlu diperhatikan adalah karbid yang akan ditambahkan dibungkus oleh kain dan dipercikan air. Pada penambahan karbit warna buah yang didapat adalah berwarna kuning dan bila dibandingkan dengan penggunaan larutan ethrel ataupun control, tingkat kematangan pisangnya lebih cepat Namun kematangannya tidak merata, hal ini terlihat pada bagian yang menempel dengan karbit mengalami kematangan lebih cepat dan bisa dikatakan lebih cepat mengalami kebusukan, sedangkan dibagian lainnya masih belum terlalu matang. Hal ini disebabkan karena penyebaran kadar etilen yang dihasilkan karbit pada pisang yang didekatnya lebih tinggi dibandingkan dengan pisang yang disebelah lainnya. Untuk itu penyebaran karbit yang ditambahkan harus merata.

Perbandingan pisang yang menggunakan karbit dengan konsentrasi 0.05% lebih cepat matang, hal ini dikarenakan penambahan etilen yang dihasilkan karbid menyebabkan etilen dalam pisang tersebut masih dalam nilai ambang batas.. Nilai ambang batas etilen pada pisang adalah 0,1 bpj, sedangkan tahap puncaknya 1,5 bpj.

Ethrel merupakan zat yang dapat memberikan penambahan produksi etilen dalam pisang, sehingga dapat mempercepat kematangan pada buah. Penambahan ethrel pada pisang dapat memperbaiki rasa, aroma, dan masaknya buah pisang tersebut. Pada saat penambahannya harus dilakukan secara merata keseluruh permukaan pisang dengan tujuan etilen yang dihasilkan akan merata keseluruh permukaan pisang sehingga buah pisang tersebut matangnya merata. Namun tingkat kematangan yang dihasilkan lebih lambat dibandingkan

Referensi:
Kartasapoetra, A.G.1994. Teknologi Penanganan Pasca Panen. Rineka Cipta, Jakarta.
Apandi, Muchidin. 1984. Teknologi Buah dan Sayur. Penerbit Alumni, Bandung.
Pantastico, ER.B.1975. Fisiologi Pasca Panen, Penanganan dan Pemanfaatan Buah-buahan dan Sayur-sayuran Tropika dan Sub Tropika. Gadjah Mada University Press, Yogyakarta.
Kader, Adel.1992. Posharvest Tecnology of Horticultural Crops.Second edition. University of California

Related post